Minggu, 25 Agustus 2013

PROGRAM BP/BK

PROGRAM BP/BK SMP

BAB I
PENDAHULUAN
         Latar Belakang
Hadirnya kurikulum tahun 2004, yang berbasis kompetensi di sekolah akan menuntut berbagai bentuk penyesuaian dan pengaturan strategi, termasuk dalam pelayanan bimbingan dan konseling.
Merujuk pada akhir draft buku pedoman pelayanan bimbingan dan konseling tahun 2004, penyelengaraan bimbingan dan konseling memberikan penekanan yang sangat besar terhadap tugas-tugas perkembangan yang dijabarkan pada berbagai kompetensi yang harus dimiliki perserta didik. Dalam operasionalnya strategi penyelenggaraan bimbingan dan konseling dituangkan dalam bentuk silabus dan prodram kegiatan.
Program bimbingan dan konseling merupakan bagian dari seluruh program sekolah yang kegiatannya dengan latar belakang aspek sosial, aspek psikologs dan aspek pendidikan pada umumnya.
Aspek sosial menyangkut kehidupan individual sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat. Sekolah sebagai lembaga pendidikan dalam menyesuaikan diri di masyarakat untuk mendidik dan menyiapkan siswanya agar berhasil dalam menyesuaikan diri di masyarakat dan mampu memecahkan berbagai masalah yang dihadapinya. Dalam situasi inilah bimbingan dan konseling diperlukan sebagai bentuk bantuan kepada siswa.
Aspek psikologis menyangkut tentang pribadi siswa yang unik dengan segala karakternya, karena siswa sebagai individu yang dinamis dan sedang dalam proses perkembangan memiliki kebutuhan dan interaksi yang dinamis dengan lingkungannya.
Aspek pendidikan menyangkut tentang peranan bimbingan yang amat penting dalam pendidikan yaitu membentuk pribadi siswa agar berkembang secar optimal. Dengan demikian maka hasil pendidikan sesungguhnya akan tercermin pada pribadi anak didik yang berkembang baik secara akademis,psikologis maupun sosial.
        Landasan
      Undang-undang No. 20 tahun 2003 Bab II Pasal 3, tentang fungsi pendidikan Nasional.
      PP. No. 28 dan 29 Tahun 1990,tentang Pendidikan Dasar Menengah
      PP No 19 Tahun 2005,Tentang Standar Nasional Pendidikan
      UU No 20  Tahun 2003 Pasal 1 ayat 6,tentang keberadaan Konselor.

        Visi dan Misi  Sekolah dan BK/BP
Visi Sekolah:
Terdepan dalam prestasi, berakhlakul karimah dan bermanfaat bagi masyarakat

Misi Sekolah :
      Membentuk peserta didik menjadi insan yang bertaqwa kepada Tuhan YME
      Ikut memberikan kontribusi positif bagi pengembangan dan kemajuan pendidikan
      Meningkatkan kedisiplinan dan tingkah laku yang terpuji .
      Meningkatkan kemampuan peserta didik untuk mandiri, aktif dan kreatif
      Memotivasi guru, karyawan dan siswa untuk berkarya
      Meningkatkan kerjasama dengan masyarakat

Visi BK/BP:
Terwujudnya catur sukses yaitu : sukses pribadi, sukses sosial, sukses akademis dan sukses karir.

Misi BP/BK:
      Mewujudkan keberhasilan pribadi, meliputi : memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME, memahami diri  (self understanding), memiliki sikap positif, memiliki sikap mandiri secara emosional, sosial dan ekonomis.
      Mewujudkan keberhasilan sosial, meliputi : memiliki rasa empati, kooperatif, toleransi, demokratis, berkomunikasi, memiliki hubungan sosial yang positif.
      Mewujudkan keberhasilan akademik, meliputi : memiliki kemampuan dan ketrampilan belajar, memiliki kemauan dan dorongan belajar yang tinggi, mampu berpikir logis, mampu memecahkan masalah (problem solving), mampu mengambil keputusan (decision making), kreatif, dan memiliki prestasi belajar yang baik / tinggi.
      Mewujudkan keberhasilan karir, meliputi : memiliki bersikap positif terhadap suatu ketrampilan dalam mempersiapkan karir, memiliki perencanaan dan pengembangan karir.

        Deskripsi Kebutuhan Siswa
Aspek 1 : Landasan hidup religius
20 % siswa belum memahami kehidupan beragama
Aspek 2 : Landasan perilaku etis.
20% siswa belum memperlihatkan perilaku etis dalam kehidupan
Aspek 3 : Kematangan emosional
30 % siswa belum memahami tentang kematangan emosional
Aspek 5 ; Kesadaran tanggung jawab
20 % siswa belum memahami kesadaran tanggung jawab
Aspek 9 : Wawasan dan persiapan karir
10 % siswa belum memiliki tentang wawasan karir yang akan datang.
                    Tujuan Penyusunan program Layanan
        Tujuan Umum
Secara umum tujuan penyusunan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah tercermin pada deskripsi kebutuhan siswa SMP yaitu :
        Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME
        Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria dan wanita
        Memantapkan nilai dan cara bertingkahlaku yang dapat diterima dalam kehidupan yang lebih luas
        Mengenal kemampuan, bakat dan minat serta arah kecenderungan karir dan apresiasi seni
        Mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan atau berperan dalam kehidupan di masyarakat
        Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial dan ekonomi
        Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidu sebagai mandiri, anggota masyarakat dan warga negara
        Mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri
        Tujuan Khusus
        Sebagai pedoman atau panduan bagi guru pembimbing dalam melaksanakan layanan Bk
        Untuk memberi arah dalam melaksanakan layanan BK
        Untuk membantu pencapaian program sekolah secara umum dalam upaya peningkatan mutu sekolah
        Sebagai acuan evaluasi atas pelaksanaan layanan BK dalam rangka peningkatan mutu layanan BK di sekolah

          Garis Besar Program
Berdasarkan kurikulum tahun 2004 tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. Khususnya di SMP, program bimbingan dan konseling mulai terarah dan jelas pelaksanaannya, khususnya tentang pemberian layananbimbingan.
Adapun bidang bimbingan terbagi menjadi 4 bidang yaitu:
        Bidang bimbingan pribadi
        Bidang bimbingan sosial
        Bidang bimbingan belajar
        Bidang bimbingan karir
Disamping kegiatan itu, kegiatan pendukung sebagai kelengkapan POLA 17 PLUS dari kegiatan yaitu :
        Instrumentasi bimbingan
        Himpunan data
        Konferensi kasus
        Kunjungan rumah
        Alih tangan
Untuk bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Pamarican program tahunan terbentuk metrik. Adapun jenis kegiatannya disesuaikan dengan kondisi sekolah dan guru BK yang ada.
Layanan bimbingan yang dilaksanakan sesuai dengan POLA 17 PLUS dan materi layanan yang disusun oleh Tim BK. Waktu dan penyampaian materi diatur pada waktu jam yang sudah ditentukan.
Secara rinci kegiatan diuraikan dalam lampiran sebagai berikut:
        Program Tahunan Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 1 Pamarican tahun pelajaran 2011-2012
        Struktur Organisasi BK.
        Susunan personil BK dan pembagian tugasnya.
        Jadwal kegiatan BK.
        Mekanisme penanganan sisiwa.
        Format-format yang digunakan sebagai pengumpulan data.

G. Bidang Bimbingan dan Konseling
A. Bidang bimbingan pribadi adalah bidang bimbingan yang meliputi pemantapan keimanan, potensi diri, bakat , minat pemahaman kelemahan diri, kemampuan pengambilan keputusan sehingga dapat merencanakan kehidupan yang sehat.
B. Bidang bimbingan social adalah bidang yang meliputi kemampuan yang berkomunikasi, beradu mentasi, bertingkahlaku sesuai dengan kebiasaan yang berlaku di rumah dan masyarakat
C. Bidang bimbingan belajar adalah bidang bimbingan yang meliputi pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif, penguasaan materi, program belajar disekolah sesuai dengan kondisi psikis, social budaya yang ada di masyarakat
D. Bidang bimbingan karir adalah bidang bimbingan yang meliputi pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungan karir yang hendak dikembangkan dan dipilih

H. Pengembangan Diri Dalam Pelayanan Bimbingan dan Konseling
a. Pelayanan Dasar
        Bimbingan klasikal
        Pelayanan Orientasi
        Pelayanan informasi
        Bimbingan kelompok
        Pelayanan pengumpulan data / aplikasi instrument
b. Pelayanan Responsif
        Konseling Individu dan kelompok
        Referal / Alih  tangan
        Kolaborasi dengan guru mata pelajaran atau wali kelas
        Kolaborasi dengan orangtua siswa
        Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar sekolah
        Konsultasi
        Konfrensi Kasus
        Kunjungan rumah
c. Pelayanan Perencanaan Individual / Pribadi
        Konseling individual
        Penempatan penyaluran
d. Dukungan Sistem
        Manajemen
        Akses Informasi dan teknologi
        Pengembangan profesi
        Pengembangan media informasi
        Kolaborasi dengan guru mata pelajaran dan atau wali kelas

I. Fungsi Layanan BK
1. Pemahaman, yang menghasilkan pemahaman pihak-pihak tertentu untuk pengembangan dan pemecahan masalah peserta didik meliputi pemahaman diri dan lingkungan
2. Pencegahan (preventif), yang menghasilkan tercegahnya atau terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang mungkin  timbul yang dapat mengganggu, menghambat ataupun menimbulkan kesulitan dan kerugian-kerugian tertentu dalam proses perkembangannya
3. Pengentasan, yang menghasilkan terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami peserta didik
4. Pemeliharaan dan pengembangan , yang menghasilkan terpeliharanya dan terkembangkannya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik dalam rangka perkembangannya secara mantap dan berkelanjutan

J. Pendekatan Layanan BK
1. Pendekatan krisis, yaitu pemberian layanan bimbingan dan konseling yang didasarkan adanya krisis yang dialami oleh konseli. Tujuannya untuk membantu peserta didik dalam mengatasi krisis atau masalah yang dihadapi / dialami oleh konseli
2. Pendekatan remedial yaitu membantu mengatasi kelemahan-kelemahan yang dimiliki peserta didik dan berupaya pemberian remidi terhadap kelemahan-kelemahan tersebut, Tujuannya untuk memperbaiki kesulitan-kesulitan yang dialami peserta didik dalam bidang tertentu agar terhindar dari krisis
3. Pendekatan preventif, yaitu  pemberian layanan bimbingan dan konseling yang menekankan pada pencegahan terjadinya masalah-masalah yang mungkin dialami oleh konseli. Tujuannya mengantisipasi/mencegah masalah-masalah umum yang mungkin dialami peserta didik dan mencoba mencegah masalah tersebut agar jangan sampai terjadi
4. Pendekatan perkembangan, yaitu pemberian layanan bimbingan dan konseling yang menekankan pada identifikasi pengetahuan, ketrampilan, sikap dan pengalaman yang diperlukan konseli agar berhasil dalam kehidupan akademik, pribadi – social da nkarirnya. Tujuannya adalah membantu peserta didik dalam mengembangkan kemampuan/ potensi yang dimiliki dengan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman yang diperlukan dalam kehidupanya.

K. Stategi Layanan Konseling dan Kegiatan Pendukung
Layanan konseling meliputi :
        Layanan orientasi : layanan yang memungkinkan siswa memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah, objek-objek yang dipelajari untuk mempermudah dan memperlancar peran siswa
        Layanan informasi : merupakan layanan yang memungkinkan siswa menerima, memahami berbagai informasi
        Layanan penempatan dan penyaluran : merupakan layanan yang memungkinkan siswa memperoleh penempatan yang tepat.
        Layanan penguasaan konten : merupakan layanan yang memungkinkan siswa mengembangkan sikap dan kebiasaan yang baim dalam menguasi materi yang cocok dengan kecepatan, dan kemampuan dirinya.
        Layanan konseling perorangan : merupakan layanan yang memungkinkan siswa mendapatkanm layanan langsung tatapmuka untuk mengentaskan permasalahan.
        Layanan bimbingan kelompom : merup[akan layanan yang memungkinkan sejumlah siswa secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas topic tertentu.
        Layanan konseling kelompok : merupakan layanan yang memungkinkan siswa masing-masing anggota kelompok memperoleh kesempatan untuk membahas dan mengentaskan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok
        Layanan Konsultasi : merupakan layanan yang memungkinkan seseorang memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi atau permasalahan orang lain yang menjadi kepeduliannya.
        Layanan mediasi : Merupakan layanan yang memungkinkan pihak-pihak yang sedang dalam keadaan saling tidak menemukan kecocokan menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan mereka.
Kegiatan pendukung meliputi :
        Aplikasi instrumentasi : merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data dan keterangan siswa
        Himpunan data : merupakan kegiatan untuk menghimpun seluruh data dan keterangan yang relefan dengan pengembangan siswa.
        Konfrensi Kasus : merupakan kegiatan untuk membahas permasalahan siswa dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberi keterangan. Pada kegiatan pendukung ini kasus bersifat terbatas dan tertutup.
        Alih tangan kasus : merupakan kegiatan pendukung untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas masalah yang dialami siswa dengan memindahkan penanganan kasus.
        Kunjungan rumah : merupakan kegiatan memperoleh data keterangan, kemudahan dan kemitraan bagi terentaskannya permasalahan siswa.
        Tampilan kepustakaan : merupakan kegiatan yang menyediakan berbagai media informasi.

L. Sasaran Penyusunan program
Sasaran utama yang hendak dicapai terhadap penyusunan program BK disekolah adalah :
        Peserta didik kelas VII A, B, C, D, E, F, G, H
        Peserta didik kelas VIII A, B, C, D, E, F, G, H
        Peserta didik kelas IX A, B, C, D, E, F, G, H

M. Hambatan Pelaksanaan Layanan BK
1. Peserta Didik
Hambatan yang di hadapi dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah yakni :
        Kesan siswa terhadap layanan BK seperti guru matapelajaran memberikan pembelajaran, sehingga belum secara maksimal dimanfaatkan sebagaimana fungsiny layanan BK itu sendiri
        Masih ada perasaan malu dan takut bila menyampaikan permasalahan yang dihadapi sehingga permasalahan tersebut emnumpuk pada diri siswa
        Banyak siswa bermasalah tetapi tidak memahami bahwa dirinya mengalami kesulitan terutama dalam hal belajar, akibat dari kesulitan yang tidak dirasakan tersebut akan menghambat aktifitas dan proses pembelajaran dikelas
        Kesungguhan dan komitmen siswa untuk mengatasi kesulitannya umumnya masih labil, sehingga perlu secara continue dilakukan pendekatan
2. Guru Pembimbing
a. Belum maksimalnya memberikan layanan konseling kepada klien.
b. Belum efektifnya pelaksanaan konseling karena ketrampilan teknik konseling mash terbatas.
3. Orangtua
Masih banyak orangtua siswa yang memandang layanan BK sebagai pengawas atau polisi sekolah sehingga terkesan bila diminta dating ke sekolah pasti putra/putrinya dianggap melanggar tata tertib sekolah sehingga anak dicap nakal.
4. Sarana dan Prasarana
a. Ruangan BK yang  masih kurang nyaman untuk melaksanakan layanan konseling
b. Belum ada ruang untuk bimbingan kelompok, kotak masalah dan ruang terapi pustaka
N. Langkah – Langkah Strategis dalam Mengatasi Hambatan
1. Melaksanakan koordinasi semua komponen sekolah dalam upaya mewujudkan program sekolah yang efektif
2. Meningkatkan ketrampilan konseling melalui ujicoba beberapa teknik konseling
3. Meningkatkan diagnose kesulitan belajar kepada peserta didik
      Meningkatkan konsultasi kepada pihak yang berkompeten
      Meningkatkan profesionalisme MGMP, seminar, work shop dll

                                               PENUTUP
            Guru adalah pembimbing siswa terutama guru BK/BP. Peran guru Pembimbing merupakan faktor yang utama,namun tercapai atau tidaknya keberhasilan layanan akan banyak ditentukan oleh program pelaksanaannya. Program Bimbingan dan Konseling ini bukan hanya sebagai salah satu sumber atau pegangan dari guru BK, melainkan juga sangat berguna bagi Kepala Sekolah sebagai manajer pendidikan di sekolah.     
Seluruh kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan program yang tersusun akan mampu dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh semua pihak yang terkait. Diharapkan pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan program yang telah ditentukan.
            Sebagai penutup dari program ini tak lupa kami sampaikan maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan pada program penyusunan bimbingan dan konseling karena tidak ada gading yang tak retak, tidak seorang manusiapun yang takluput dari kesalahan.

0 komentar:

Posting Komentar